Senin, 26 Januari 2026

Silaturahmi ke Tokoh Masyarakat setempat


Berada di tengah-tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) selalu menghadirkan pengalaman yang tidak sekadar soal menjalankan program, tetapi juga tentang belajar memahami manusia dan lingkungannya. Di hari-hari awal pelaksanaan KKM, kami menyadari bahwa sebelum melangkah lebih jauh dengan berbagai kegiatan, ada satu hal mendasar yang perlu dibangun terlebih dahulu: hubungan yang baik. Dari kesadaran itulah kegiatan "Silaturahmi ke Tokoh Masyarakat setempat" menjadi langkah awal kami. Pada 24 Desember 2026, suasana rumah-rumah tokoh masyarakat yang kami kunjungi terasa hangat dan bersahaja, mencerminkan karakter lingkungan yang ramah dan terbuka terhadap kehadiran kami sebagai mahasiswa KKM.

Kegiatan silaturahmi ini kami lakukan dengan mendatangi langsung rumah para tokoh masyarakat di wilayah lokasi KKM. Tidak ada panggung, tidak ada mikrofon, hanya pertemuan sederhana dengan duduk bersama, berbincang, dan saling memperkenalkan diri. Sebagai mahasiswa, peran kami lebih banyak mendengarkan. Kami menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, mengenalkan program KKM secara umum, lalu membuka ruang dialog agar para tokoh masyarakat dapat berbagi pandangan, cerita, dan harapan mereka terhadap keberadaan kami di desa. Obrolan mengalir ringan, kadang diselingi canda, kadang berubah menjadi diskusi serius tentang kondisi sosial, kebiasaan warga, hingga potensi desa yang bisa dikembangkan bersama.

Dalam proses silaturahmi tersebut, kami merasakan betul bagaimana keterbukaan masyarakat menjadi kunci utama kelancaran kegiatan. Tokoh-tokoh masyarakat menyambut kami dengan penuh keramahan, bahkan beberapa di antaranya dengan spontan mengajak kami menikmati hidangan sederhana sebagai simbol penerimaan. Dari mereka, kami belajar tentang nilai gotong royong yang masih kuat, cara berkomunikasi yang santun, serta pentingnya menghargai adat dan kebiasaan setempat. Kolaborasi yang terbangun bukan dalam bentuk kerja formal, melainkan kepercayaan. Kami merasa tidak lagi sekadar “tamu”, tetapi mulai dianggap sebagai bagian dari lingkungan yang sedang belajar dan mengabdi.

Dampak dari kegiatan silaturahmi ini terasa cukup signifikan, meskipun bentuknya tidak selalu kasat mata. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa yang datang dengan niat baik dan sikap terbuka menumbuhkan rasa aman dan nyaman. Komunikasi menjadi lebih mudah, sehingga kegiatan KKM selanjutnya dapat berjalan dengan dukungan dan arahan dari para tokoh masyarakat. Sementara bagi kami sebagai mahasiswa, kegiatan ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya membangun hubungan sosial sebelum menjalankan program apa pun. Kami belajar bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh ide yang bagus, tetapi juga oleh cara kita hadir dan berinteraksi dengan masyarakat.

Menutup rangkaian silaturahmi ini, kami membawa pulang banyak refleksi pribadi. Kami menyadari bahwa pengabdian sejatinya dimulai dari sikap rendah hati dan kemauan untuk mendengarkan. Harapan kami, hubungan baik yang terjalin melalui silaturahmi ini tidak berhenti hanya selama masa KKM berlangsung, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama dan komunikasi yang berkesinambungan. Kesan hangat dari pertemuan sederhana di rumah-rumah tokoh masyarakat tersebut akan selalu kami ingat sebagai fondasi awal perjalanan KKM kami, sekaligus pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang penuh makna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Program One Day One Juz

Berada di kaki pegunungan dengan udara yang sejuk dan suasana desa yang tenang, Poncokusumo menyambut kami — mahasiswa Kuliah Kerja Mahasisw...