Minggu, 01 Februari 2026

Program One Day One Juz


Berada di kaki pegunungan dengan udara yang sejuk dan suasana desa yang tenang, Poncokusumo menyambut kami — mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa — bukan hanya sebagai tamu, tetapi perlahan sebagai bagian dari keseharian warganya. Sejak awal penempatan KKM, kami menyadari bahwa desa ini memiliki denyut kehidupan religius yang kuat, terutama saat waktu maghrib tiba. Dari musholla kecil di sudut kampung hingga masjid yang menjadi pusat aktivitas warga, lantunan ayat suci selalu terdengar, mengisi senja dengan ketenangan. Dari sanalah gagasan Program One Day One Juz tumbuh, bukan sebagai agenda besar yang kaku, tetapi sebagai ikhtiar sederhana untuk membersamai masyarakat dalam menjaga tradisi mengaji.

Program One Day One Juz kami laksanakan sejak 24 Desember hingga 29 Januari 2026, dengan konsep berpindah-pindah setiap hari Minggu di berbagai musholla dan masjid di Desa Poncokusumo. Waktu pelaksanaannya sengaja dipilih selepas maghrib, saat aktivitas warga mulai melambat dan suasana lebih khusyuk. Kami, para mahasiswa KKM, berperan sebagai peserta mengaji bersama, duduk sejajar dengan warga, tanpa jarak, tanpa sekat. Tidak ada panggung, tidak ada mikrofon khusus — hanya mushaf, tikar, dan niat untuk istiqamah membaca satu juz Al-Qur’an setiap pertemuan.

Proses kegiatan ini berjalan dengan alur yang natural. Setiap Minggu, kami mengikuti jadwal musholla atau masjid yang sudah disepakati bersama takmir setempat. Kadang tempatnya sederhana dengan penerangan seadanya, kadang cukup luas dan ramai oleh jamaah. Dinamikanya pun beragam. Ada hari di mana jamaah yang hadir hanya segelintir orang, namun ada pula malam-malam ketika musholla penuh dan suasana terasa begitu hangat. Warga menyambut kami dengan ramah, bahkan tak jarang setelah mengaji, obrolan ringan pun mengalir — tentang kehidupan desa, cerita masa lalu, hingga harapan mereka terhadap generasi muda. Di situlah kami belajar bahwa pengabdian tidak selalu soal program besar, tetapi tentang kehadiran yang konsisten dan tulus.

Dampak dari kegiatan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam bentuk angka atau grafik, tetapi terasa dalam suasana. Program One Day One Juz menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat ikatan antara mahasiswa dan masyarakat. Bagi warga, terutama jamaah tetap musholla dan masjid, kegiatan ini menjadi penguat semangat untuk terus mengaji bersama. Sementara bagi kami, mahasiswa KKM, program ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga rutinitas spiritual di tengah kesibukan akademik. Mengaji bersama warga desa mengajarkan kami tentang kesederhanaan, keikhlasan, dan makna kebersamaan yang sering kali luput dalam kehidupan kampus.

Lebih dari itu, kegiatan ini memberi kami pengalaman batin yang mendalam. Duduk bersila bersama warga, mendengarkan suara ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca bergantian, kami merasa tidak lagi sebagai “mahasiswa yang sedang KKM”, melainkan sebagai bagian dari komunitas yang saling menguatkan. Ada rasa tenang yang sulit dijelaskan, rasa pulang meski sedang berada jauh dari rumah sendiri. Bagi kami, inilah bentuk pengabdian yang paling jujur — hadir, mendengar, dan berjalan bersama masyarakat.

Menjelang berakhirnya masa KKM, Program One Day One Juz meninggalkan kesan mendalam. Kami berharap kegiatan sederhana ini tidak berhenti bersama kepulangan kami, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh warga setempat sebagai tradisi rutin. Bagi kami pribadi, program ini akan selalu menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak harus megah, cukup dilakukan dengan hati yang ikhlas dan niat yang baik. Dari Poncokusumo, kami belajar bahwa satu juz setiap hari, dibaca bersama, bisa menjadi jembatan kecil yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya, sekaligus dengan sesamanya.

Program One Day One Juz

Berada di kaki pegunungan dengan udara yang sejuk dan suasana desa yang tenang, Poncokusumo menyambut kami — mahasiswa Kuliah Kerja Mahasisw...