Selasa, 13 Januari 2026

Ratibul Haddad sebagai Jalan Spiritualitas dan Ilmu

Wejangan “Menuntut Ilmu” dalam Kebersamaan KKM 27 Argantara

Kebersamaan tidak selalu tentang bekerja di siang hari, tetapi juga tentang menguatkan batin di malam yang hening. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan Ratibul Haddad yang diikuti oleh seluruh anggota KKM 27 Argantara. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi ruang untuk menenangkan hati sekaligus mempererat ikatan spiritual antaranggota.

Pembacaan Ratibul Haddad ini dihaturkan oleh Gus Bidin, selaku penggagas dan penanggung jawab acara. Dengan lantunan dzikir yang teratur dan penuh penghayatan, suasana kegiatan terasa syahdu dan sakral. Setiap kalimat dzikir seolah menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat harus selalu disertai dengan kekuatan ruhani.

Setelah rangkaian Ratibul Haddad selesai, acara dilanjutkan dengan wejangan dari Ketua Koordinator Desa KKM 27 Argantara. Wejangan tersebut mengangkat tema yang sangat relevan bagi mahasiswa dan generasi muda, yaitu “Menuntut Ilmu.”

Dalam nasihatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam yang bersumber dari nilai-nilai keislaman dan kearifan klasik:

“Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China. Namun jangan lupa, setelah kalian mendapatkan ilmu, kembalilah ke desa kalian untuk mengamalkan dan memberi manfaat.”

Pesan ini menjadi pengingat bahwa ilmu bukan sekadar untuk prestise pribadi atau pencapaian akademik semata. Ilmu adalah amanah yang harus kembali kepada masyarakat, terutama desa sebagai akar kehidupan dan tempat awal pengabdian. Menuntut ilmu sejauh apa pun tidak akan bermakna jika tidak dibarengi dengan kesadaran untuk berbagi dan mengabdi.

Wejangan tersebut menegaskan bahwa mahasiswa KKM bukan hanya agen perubahan secara sosial, tetapi juga penjaga nilai moral dan spiritual. Ilmu dan akhlak harus berjalan seiring, agar pengabdian yang dilakukan tidak kehilangan arah dan tujuan.

Kegiatan Ratibul Haddad ini pun menjadi penutup yang sempurna bagi agenda hari itu—menyatukan dzikir, ilmu, dan pengabdian dalam satu bingkai kebersamaan. Semoga nilai-nilai yang tertanam dari kegiatan ini terus hidup, tidak hanya selama masa KKM, tetapi juga dalam perjalanan hidup setiap anggota KKM 27 Argantara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar